First Quote Added
April 10, 2026
Latest Quote Added
"Standard Indonesian has been a uniting force for the nation since pre-independence times, especially through the Youth Pledge in 1928. With its role as a link between various ethnicities in Indonesia, the Standard Indonesian, with more than 275 million speakers, has also traveled the world, with the inclusion of Indonesian language curricula in 52 countries around the world with at least 150,000 foreign speakers currently."
"Air tenang jangan disangka tiada buaya."
"Air tenang menghanyutkan."
"Alah bisa karena biasa."
"Bermain air basah, bermain api hangus."
"Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian."
"Dimana ada kemauan, di situ ada jalan."
"Gajah di depan mata tak kelihatan namun kuman di sebrang lautan nampak jelas"
"Habis manis sepah dibuang."
"Jadilah kumbang, hidup sekali di taman bunga, jangan jadi lalat, hidup sekali di bukit sampah."
"Karena nila setitik, rusak susu sebelanga."
"Kasih hati, minta jantung."
"Kepala boleh panas, tetapi hati harus tetap dingin."
"Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya."
"Ada asap ada api."
"Mengharap burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan."
"Merdeka atau mati."
"Patah tumbuh hilang berganti."
"Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna."
"Rajin pangkal pandai."
"Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya."
"Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui."
"Sepandai-pandai tupai meloncat, akhirnya jatuh juga."
"Sudah jatuh, tertimpa tangga pula."
"Siapa menabur angin, akan menuai badai."
"Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit."
"Tong kosong nyaring bunyinya."
"Lebih baik satu burung di tangan daripada sepuluh burung di pohon."
Heute, am 12. Tag schlagen wir unser Lager in einem sehr merkwürdig geformten Höhleneingang auf. Wir sind von den Strapazen der letzten Tage sehr erschöpft, das Abenteuer an dem großen Wasserfall steckt uns noch allen in den Knochen. Wir bereiten uns daher nur ein kurzes Abendmahl und ziehen uns in unsere Kalebassen-Zelte zurück. Dr. Zwitlako kann es allerdings nicht lassen, noch einige Vermessungen vorzunehmen. 2. Aug.
- Das Tagebuch
Es gab sie, mein Lieber, es gab sie! Dieses Tagebuch beweist es. Es berichtet von rätselhaften Entdeckungen, die unsere Ahnen vor langer, langer Zeit während einer Expedition gemacht haben. Leider fehlt der größte Teil des Buches, uns sind nur 5 Seiten geblieben.
Also gibt es sie doch, die sagenumwobenen Riesen?
Weil ich so nen Rosenkohl nicht dulde!
- Zwei außer Rand und Band
Und ich bin sauer!