28 quotes found
"Ada asap ada api."
"Air tenang jangan disangka tiada buaya."
"Air tenang menghanyutkan."
"Alah bisa karena biasa."
"Bermain air basah, bermain api hangus."
"Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian."
"Dimana ada kemauan, di situ ada jalan."
"Gajah di depan mata tak kelihatan namun kuman di sebrang lautan nampak jelas"
"Habis manis sepah dibuang."
"Jadilah kumbang, hidup sekali di taman bunga, jangan jadi lalat, hidup sekali di bukit sampah."
"Karena nila setitik, rusak susu sebelanga."
"Kasih hati, minta jantung."
"Kepala boleh panas, tetapi hati harus tetap dingin."
"Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya."
"Lebih baik satu burung di tangan daripada sepuluh burung di pohon."
"Mengharap burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan."
"Merdeka atau mati."
"Patah tumbuh hilang berganti."
"Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna."
"Rajin pangkal pandai."
"Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya."
"Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui."
"Sepandai-pandai tupai meloncat, akhirnya jatuh juga."
"Sudah jatuh, tertimpa tangga pula."
"Siapa menabur angin, akan menuai badai."
"Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit."
"Tong kosong nyaring bunyinya."
"Standard Indonesian has been a uniting force for the nation since pre-independence times, especially through the Youth Pledge in 1928. With its role as a link between various ethnicities in Indonesia, the Standard Indonesian, with more than 275 million speakers, has also traveled the world, with the inclusion of Indonesian language curricula in 52 countries around the world with at least 150,000 foreign speakers currently."